Puasanya Orang Sakit

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Apakah setiap orang sakit mendapatkan keringanan tidak puasa? Bagaimana jika sakitnya tidak menyulitkan sama sekali untuk berpuasa? Semoga sajian ini bermanfaat.

Yang dimaksudkan sakit adalah seseorang yang mengidap penyakit yang membuatnya tidak lagi dikatakan sehat. Para ulama telah sepakat mengenai bolehnya orang sakit untuk tidak berpuasa secara umum. Nanti ketika sembuh, dia diharuskan mengqodho’ puasanya (menggantinya di hari lain). Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

Yang Artinya:

“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Untuk orang sakit ada tiga kondisi:[1]

Kondisi pertama adalah apabila sakitnya ringan dan tidak berpengaruh apa-apa jika tetap berpuasa. Contohnya adalah pilek, pusing atau sakit kepala yang ringan, dan perut keroncongan. Untuk kondisi pertama ini tetap diharuskan untuk berpuasa.

Kondisi kedua adalah apabila sakitnya bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya dan menjadi berat jika berpuasa, namun hal ini tidak membahayakan. Untuk kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin berpuasa.

Kondisi ketiga adalah apabila tetap berpuasa akan menyusahkan dirinya bahkan bisa mengantarkan pada kematian. Untuk kondisi ini diharamkan untuk berpuasa. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

Yang Artinya:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)

Apakah orang yang dalam kondisi sehat boleh tidak berpuasa karena jika berpuasa dia ditakutkan sakit?

Boleh untuk tidak berpuasa bagi orang yang dalam kondisi sehat yang ditakutkan akan menderita sakit jika dia berpuasa. Karena orang ini dianggap seperti orang sakit yang jika berpuasa sakitnya akan bertambah parah atau akan bertambah lama sembuhnya. Allah Ta’ala berfirman,

Yang Artinya:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)

Yang Artinya:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Yang Artinya:

“Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 78)

Yang Artinya:

Jika aku memerintahkan kalian untuk melakukan suatu perkara, maka lakukanlah semampu kalian.”[2]

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Cuplikan dari Buku Panduan Ramadhan

Popularity: 1% [?]


Related posts:

  1. Puasanya Seorang Musafir
  2. Sakit Tifus 3 Hari Sembuh Dengan Propolis
  3. Kenapa Sebagian Orang Kaya dan Kebanyakan Orang Miskin?
  4. 7 Kebiasaan Orang-orang yang Bahagia
Filed in: Amalan

You might like:

Kata-Kata Mutiara Bijak – Kumpulan Kata Motivasi Terbaik Kata-Kata Mutiara Bijak – Kumpulan Kata Motivasi Terbaik
Perjalan Keternate Dengan mengembangkan Jaringan Bisnis Perjalan Keternate Dengan mengembangkan Jaringan Bisnis
Masalah Bukanlah Musuh Masalah Bukanlah Musuh
Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal? Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal?

Leave a Reply

Submit Comment

© 2012 Muhammad Risal.Com. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.