Rekening Gendut Polri: Antara Tim Gabungan dan Tim Independen

Berlarut-larutnya masalah rekening gendut polri membuat Komisi III DPR gerah. Salah seorang anggota Komisi III DPR, Saan Mustofa, mengusulkan segera dibentuk tim gabungan untuk mengusut kasus rekening perwira tinggi polisi. ”Saya usulkan segera bentuk tim gabungan untuk penelusuran rekening gendut perwira Polri ini,” cetusnya di Gedung DPR Senayan Jakarta, Jumat (30/7).

Politikus dari Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan, dengan tim gabungan maka tim akan bisa bekerja objektif dan masyarakat bisa mempercayainya. Menurutnya, jika penanganan kasua rekening mencurigakan milik perwira Polri tersebut dilakukan sendiri oleh pihak Polri maka masyarakat akan sulit mempercayainya.

Selama ini, tambahnya, masyarakat skeptis jika penanganan masyaralah tersebut dilakukan oleh Polri sendiri. ”Tim gabungan itu terdiri dari Polri, kejaksaan dan PPATK, sehingga apapun temuannya akan bisa ditanggapi positif oleh masyarakat,” imbuhnya.

Dengan tim gabungan tersebut, kata Saan, penelusuran juga bisa lebih objektif. Hal tersebut, juga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Saan menjelaskan bahwa Komisi III telah memanggil Kapolri dan PPATK untuk menjelaskan soal rekening tersebut.

Selain tim gabungan, juga sempat beredar usulan pembentukan tim independen. Namun, penolakan terhadap ide ini terus bergulir. Salah satunya dari Ketua DPr Marzuki Ali.Ketua DPR Marzuki Alie menyataka tidak setuju pembentukan Tim Independen untuk mengungkap kasus rekening gendut perwira polisi. Alasannya kasus tersebut bisa diusut dengan menggunakan sistem yang telah ada.

“Kalau semuanya dicurigai lalu bentuk tim independen, lama-lama sistem kita tidak berjalan lagi,” kata Marzuki pada Senin (5/7), di gedung DPR, Jakarta. Marzuki lebih setuju jika penyelesaian kasus rekening gendut menggunakan PPATK dan Lembaga Kekayaan Pejabat Negara. “Biarkan sistem ini berjalan, kalau sistem berjalan, bagus sekali untuk negara ini.”

Dia mengkhawatirkan, pembentukan tim independen adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap sistem yang telah ada. “Kalau nggak percaya lagi dengan badan-badan negara, rusak negara ini,” ujarnya.

Menurut Marzuki, Kapolri tidak harus menanggapi dugaan rekening gendut dengan klarifikasi. “Habis (waktu) kita untuk klarifikasi, biarkan sistem yang berjalan,” ujarnya. (rol/tia/erw)

Popularity: 1% [?]


Related posts:

  1. MLM : Antara Fakta atau Mitos
Filed in: News, Umum

You might like:

Kata-Kata Mutiara Bijak – Kumpulan Kata Motivasi Terbaik Kata-Kata Mutiara Bijak – Kumpulan Kata Motivasi Terbaik
Perjalan Keternate Dengan mengembangkan Jaringan Bisnis Perjalan Keternate Dengan mengembangkan Jaringan Bisnis
Masalah Bukanlah Musuh Masalah Bukanlah Musuh
Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal? Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal?

Leave a Reply

Submit Comment

© 2012 Muhammad Risal.Com. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.